LSM EKA Inisiasi Program Restorasi Lahan Gambut di Sungai Tohor

Dibaca: 3486 kali  Senin,21 Oktober 2019 | 20:56:49 WIB
LSM EKA Inisiasi Program Restorasi Lahan Gambut di Sungai Tohor
Ket Foto : Lembaga Swadaya Masyarakat Ekonomi Kreatif Andalan (LSM EKA) menginisiasi restorasi lahan gambut

AksisNews.Com] MERANTI - Musim penghujan mulai tiba untuk wilayah Riau dan sekitarnya. Intensitasnya juga mulai tinggi, titik-titik api mulai menurun drastis dan ini merupakan waktu terbaik untuk melakukan penanaman pohon.
 
Lembaga Swadaya Masyarakat Ekonomi Kreatif Andalan (LSM EKA) yang berdomisili di Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti mulai bergeliat menginisiasi program restorasi lahan gambut di desa mereka sejak beberapa bulan lalu.

Albanik selaku Ketua EKA mengatakan bahwa Dorinya telah menginisiasi program restorasi lahan gambut skala kecil berbasis pemberdayaan masyarakat. 

“Bulan ini kita menanam 100 pohon Sago serta menanam 200 bibit pohon alam diantaranya bibit Selumar, Resak, Sampinur, Punak dan beberapa pohon lokal lainnya di lokasi restorasi yang kami inisiasi tersebut. Bulan depan kita akan lanjutkan penanaman ini dengan target 2000 pohon di lokasi yang sama". Banik menjelaskan kepada Media ini, Senin (21/10/2019)

Sementara itu Abdul Manan selaku penasehat EKA juga mengungkapkan bahwa lokasi seluas 3 hektar untuk di pulihkan dengan skema restorasi, pada bagian depan lokasi tersebut di tanam dengan tanaman sagu sebagai tanaman dengan fungsi ekonomi, sedangkan bagian selanya di tanam dengan berbagai bibit kayu alam.


“Bibit yang kita tanam ini kita upayakan untuk dirawat selama 3 tahun agar kawasan ini bisa kembali memiliki fusi ekologis untuk masyarakat dan makhluk lainnya. Kita berharap ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan pola yang sama di masing-masing lahan masyarakat," Tuturnya

Tokoh Masyarakat Tebingtinggi Timur itu juga mengucapkan terima kasih karena inisiasi ini didukung oleh PM HAZE sebuah lembaga dari Singapura  dan lembaga lainnya dengan skema adopsi pohon kepada EKA. 

“Beberapa bulan lalu kita memulai pembibitan kayu alam di desa untuk digunakan dalam kegiatan restorasi lahan gambut ini. Selain itu kita juga bangun pondok kerja restorasi dan memperbaiki dua sekat kanal yang telah rusak di sungai kekat ini. Hal ini merupakan langkah awal yang baik buat kita bisa membangun inisiatif lokal. Semoga kita bisa terus kembangkan program ke sektor-sektor lainnya termasuk sektor pertanian. Lokasi Restorasi ini juga kita dorong menjadi lokasi wisata edukasi untuk mengenal gambut kedepannya". Ujar Abdul Manan.

Restorasi gambut adalah sebuah upaya pengembalian kawasan gambut dengan skema yang kompleks melalui pendekatan observasi, riset, penanaman pohon lokal sebagai upaya untuk memperbaiki kawasan yang telah terdegradasi serta membangun sekat kanal sebagai upaya mempertahankan tanah gambut agar tetap basah. 
Diberbagai tempat di Indonesia upaya ini telah dilakukan baik oleh pemerintah, lembaga lokal dan lembaga internasional. 

"Kita semua berharap Kawasan gambut di tempat kita juga bisa  kembali memiliki fungsi ekologis sekaligus fungsi ekonomi bagi masyarakat lokal dengan pengelolaan yang mengedepankan keberlanjutan dan berbasis masyarakat untuk kemaslahatan bersama" Tutupnya .(kz/syah)

Akses AksisNews.com Via Mobile m.AksisNews.com