Abrasi di Meranti Kian Parah, Warga Butuh Penanganan Serius

Dibaca: 2760 kali  Senin,28 Oktober 2019 | 23:15:29 WIB
Abrasi di Meranti Kian Parah, Warga Butuh Penanganan Serius
Ket Foto : Saat Team Pemantau meninjau kondisi Abrasi

AksisNews.Com] KEPULAUAN MERANTI – Kondisi abrasi pantai di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti , Provinsi Riau sudah sangat mengkhawatirkan.

Laju pengikisan Abrasi yang terjadi di pulau merbau, khususnya Dusun Pacul Desa Pangkalan Balai ini Mencapai 20 (duapuluh) Meter setiap tahunnya, dan puncak abrasi selalu terjadi pada bulan November sampai menjelang Tahun baru atau ketika Musim Angin Utara terjadi. Hal ini Disampaikan Kepala Desa Kepada Team Pemantau yang dipimpin langsung Asisten 1 Bidang Pembangunan Daerah Syamsuddin SH, MH dan Didampingi Kepala Bagian Perbatasan Agustia Widodo SE, M Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Drs. Tasrizal Harahap bersama Staff dan diantar langsung oleh kepala Desa Kuala Merbau Efendi Alwi, Kepala Desa Pangkalan Balai Jamal.

"Saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Khususnya di Pulau Merbau ini, Desa Pangkalan Balai, Desa Centai, Desa Kuala Merbau” Hal ini disampaikan Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat  Daerah Kepulauan Meranti  Syamsuddin SH, MH, pada kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten ke Kecamatan dan Desa, Senin (28/10/2019).

Dikatakan juga oleh Syamsuddin,  pemerintah kabupten Kepulauan Meranti sudah  berharap pemerintah pusat ikut membantu menangani masalah abrasi pantai yang terjadi hampir disemua Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, yang merupakan pulau terluarnya Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka (Malaysia)  Pasalnya, permasalahan tersebut tidak mungkin dapat ditangani hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Setelah melihat langsung kondisi abrasi di Kecamatan Pulau Merebau yang sudah sangat memprihatinkan.

Syamsudin menjelaskan, Pulau Merbau berada di batas terluar yang berbatasan dengan Malaysia. Dengan mundurnya garis pantai yang disebabkan abrasi, maka berpengaruh pada garis terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu butuh penanganan serius terhadap abrasi ini. (kz/Humas Meranti)

Akses AksisNews.com Via Mobile m.AksisNews.com