Akun FB Dijadikan Modus Penipuan Bisnis Online, Warga Meranti Jadi Korban

Dibaca: 4742 kali  Jumat,17 November 2017 | 19:20:15 WIB
Akun FB Dijadikan Modus Penipuan Bisnis Online, Warga Meranti Jadi Korban
Ket Foto : Nama akun Facebook yang diduga melakukan penipuan

AksisNews.Com] MERANTI - Bisnis On-line memang menjadi sebuah wadah Praktis bagi penikmat Shoping berbasis dunia maya dalam melakukan berbagai kemudahan Transaksional berbelanja tanpa harus pergi ke Mall, Minimarket atau ke pasar. Namun tak jarang juga, kejahatan tersebut kerap dilakukan oleh para Oknum tertentu untuk meraup keuntungan dengan melakukan penipuan yang merugikan para Costumer dengan sejumlah Transaksi uang.

Belakangan Marak beredar di dunia maya tentang tindak kejahatan penipuan ala bisinis Online yang senantiasa kerap Aktif menjajakan barang, dan tidak sedikit juga dari korban menyebarkan Informasi tentang kasus tersebut serta meminta semua pihak, khususunya masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti agar Selektif dan berhati-hati.

Terbukti, ML (39) warga Kecamatan Pulau Merbau yang enggan disebutkan Identitas Desa dan Pribadinya, menjadi salah satu korban penipuan Bisnis Online yang di jaja oleh sang Penjual dengan menggunakan Akun Facebook atas nama "EvaSepatu Mizuno".

Berdasarkan Promo dan dugaan Modusnya, Sang pemilik Akun media sosial tersebut menjajakan barang jenis sepatu Sport kepada pelanggan dengan cara mengirimkan pesanan menggunakan salah satu Perseroan Terbatas yang bergerak dibidang jasa pengiriman barang, dengan syarat para Costumer harus mengirimkan terlebih dahulu sejumlah uang melalui Rekening Bank atas nama "Supriatin" dengan Nomor Rekening BRI 7084-0100-6459-537, dan mengaku ia berdomisila di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.

Bukti terlampir diperlihatkan oleh Korban kepada AksisNews.Com pada hari Jum'at 17 November 2017, seraya menyebutkan bahwa korban mengirimkan uang sejumlah Rp300.000,- pada tanggal 13 November 2017 pukul 15.21 lalu menggunakan Nomor Rekening milik temannya, dan yang diduga Oknum berjanji bahwa barang tersebut segera dikirim. Namun, ketika pesanan tak kunjung datang setelah Dua hari, korban melanjutkan komunikasi melalui Media Sosial Facebook dan Aplikasi Whats'Ap untuk menanyakan pesanannya, namun kedua sarana Komunikasi tersebut di Blokir oleh pihak penjual bersangkutan.

"Kami beli barang, janjinya akan segera sampai, tapi setelah uang dikirim, FB dan WA kami di blokir. Awalnya Optimis untuk tetap menunggu, tapi melihat semuanya di blokir, saya makin yakin bahwa ini adalah penipuan", tutur Korban dengan kesal.

Melihat Kronologi tersebutlah, korban memastikan penjual tersebut diduga adalah Oknum Bisnis Online, dan dengan di blokirnya sarana Komunikasi yang ia gunakan membuat ia semakin yakin bahwa dirinya sudah menjadi korban.

Tak hanya Satu Korban, salah seorang teman korban juga mengalami hal yang sama, saat mengetahui ketika korban menceritakan kejadian tersebut, lantas temannya juga menunjukkan bukti Transaksi senilai Rp 1.100.000 dengan nama Akun Facebook dan nama serta Nomor Rekening yang sama.(rep01)

Akses AksisNews.com Via Mobile m.AksisNews.com